Mengungkap Ketinggian Air Bah Pada Zaman Nabi Nuh A.S

Ilustrasi Bahterah Nabi Nuh
Sudah tercatat dalam beberapa Abad silam kejadian-kejadian musibah dahsyat yang menimpa bumi salah satunya adalah kejadian pada Zaman Nabi Nuh berupa air bah yang menenggelamkan permukaan bumi karena kemurkaan Allah terhadap kaum Nabi Nuh yang banyak membuat kerusakan dimuka bumi serta tidak mau mengikuti ajakan nabi Nuh untuk menyembah Allah.

Maka Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat sebuah bahtera (perahu kapal), yang dimensinya sekitar 300 hasta panjangnya, 50 hasta lebarnya, 30 hasta tingginya, dengan sehasta lubang cahaya diatasnya, memiliki pintu dibagian lambung bahtera dan bahtera tersebut memiliki tiga tingkatan bawah, tengah serta atas.

Setelah bahtera itu selesai dibuat maka Allah datangkan air bah untuk memusnahkan seluruh makhluk hidup di bumi kecuali yang akan selamat hanyalah orang serta hewan dan tumbuhan yang berada dalam bahtera Nabi Nuh, mereka diselamatkan atas ijin dari Allah Tuhan seluru alam semesta.

Air bah itu Allah datangkan melalui hujan yang tidak pernah berhenti di Bumi sekitar empat puluh hari empat puluh malam. Air dari samudra raya meluap, mata air dari pegunungan dibuka untuk menenggelamkan seluruh permukaan bumi dan memusnahkan makhluk yang bernyawa yang ada di muka bumi.

Selama empat puluh hari air semakin bertambah sehingga mengangkat bahtera yang ditunggangi Nabi Nuh beserta para pengikutnya yang terdiri dari manusia, segala jenis binatang buas, segala jenis binatang ternak, segala jenis binatang melata, segala jenis burung dan segala jenis unggas bersayap.

Pertanyaannya berapakah tinggi air bah yang menenggelamkan bumi pada saat itu? 

Untuk mengetahui ketinggian air bah pada zaman Nabi Nuh maka harus menggunakan tolak ukur, karena pada zaman tersebut belum ada teknologi canggih bahkan gedung-gedung pencakar langit juga belum berdiri, maka saya akan memberikan tolak ukur berupa gunung tertinggi di dunia. Sudah kita ketahui bahwa gunung tertinggi di dunia adalah Gunung Everest, Pegunungan Himalaya yang terletak di Nepal wilayah bagian China tingginya sekitar 29.035 ft/ 8.850 meter diatas permukaan laut.

Setelah mendapatkan tolak ukur sebagai acuan, maka saya akan mengutip sedikit redaksi dalam kitab Taurat, Kejadian ayat 7 nomor 20 disebutkan "Air itu terus bertambah tinggi hingga gunung-gunung tertutup sekitar lima belas hasta.''  15 hasta bahtera Nabi Nuh di atas permukaan gunung, berarti karena pada zaman tersebut seluruh permukaan bumi tenggelam oleh air bah otomatis seluruh gungung-gunung juga ikut tenggelam termasuk diantaranya gunung Everest.

Tinggal dikonversikan saja 15 hasta kedalam satuan meter. 1 hasta (Sekitar 52,9 CM) berarti sekitar 0,592 meter x 15 = 7,935 meter.

Tinggi gunung Everest adalah 8.850 meter jika di tambah 15 hasta maka 8.850 meter + 7,935 meter = 8.857,935 meter di atas permukaan laut.

Jadi ketinggian air bah pada zaman Nabi Nuh adalah kurang lebih sekitar 8.857, 935  (Delapan Ribu Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Koma Sembilan Tiga Lima) Meter di atas permukaan laut.

Namun, saya tidak hanya memberikan satu jawaban saja sebab pada tanggal 26 April 2010, salah satu organisasi bernama Noah's Ark Ministries International mengumumkan telah menemukan bahtera Nabi Nuh di Turki. Tepatnya di Gunung Agri atau Gunung Ararat, Turki Timur pada ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, dantinggi gunung Arart sendiri sekitar 5.165 meter di atas permukaan laut.

Maka jika itu benar merupakan fosil kapal atau bekas peninggalan bahtera Nabi Nuh berarti dapat menyimpulkan jawaban yang kedua yakni mengungkap misteri ketinggian air bah pada zaman Nabi Nuh, yang mana tolak ukur yang akan saya jadikan patokan alat pengukuran adalah ketinggian gunung Ararat yaitu sekitar 5.165 meter ditambah 15 hasta. Di dapat hasilnya 5.165 meter + 7,935 meter = 5.172,935 meter di atas permukaan laut.

Kemungkinan kedua ketinggian air bah pada zaman Nabi Nuh adalah sekitar 5.172,935 (Lima Ribu Seratus Tujuh Puluh Dua Koma Sembilan Tiga Lima) Meter di atas permukaan laut.

Itulah kedua jawaban mengenai ketinggian air bah pada zaman Nabi Nuh yang bisa saya terangkan dalam artikel ini. Mengenai kebenaran atau tidaknya, hanya Tuhan yang maha tahu. Saya akhiri cukup sekian, Selamat beraktifitas dan salam kreativitas.

Comments