Puisi | Hujan, Datanglah Kembali Esok Hari

Pic-Yuninasir
((Saat hujan mampu samarkan air mata, menghapus sesak dalam dada)).


Hujan terasa sangat indah saat bumi ini mulai basah
Ketika aroma petrikor akhirnya menguar dengan mesra
Membersamai gemerciknya air yang terdengar manja
Hapuskan sesak yang penuhi rongga dada

Ah, tidak!
Sebenarnya bukan tentang hujan yang nampak indah
Tapi, tentang ketidakpastian rasa yang mengusik sanubari
Hingga hujan yang turun, terasa istimewa tuk dinikmati

Hujan, kembalilah esok sore..
Agar kubisa menengadahkan wajah tuk menyambutmu lagi
Menyamarkan air mata yang sedang tertumpah, 
Agar tak ada lagi sesak yang retakkan hati 

Tentang rasa dan juga asa yang pernah kudamba
Semuanya tak pernah sesuai dengan yang kupinta
Membuatku nyaris membenci semua harapan yang ada

Tapi, bukankah deraianmu kan membawa sesakku pergi?
Perihku kan hilang, bersama aroma petrikor yang terus menguar
Piluku pun kan berhenti, saat rinaimu basahi wajahku ini...

Hujan, biasakah kau kembali esok hari?
Tak mengapa meski senja kan tertutup rapat oleh awan kelabu pengiring hadirmu
Kau hanya perlu kembali tuk basahi wajah ini
Agar lebih mudah kuhapus sesak yang membuatku gelisah

Datanglah! Aku kan terus menanti, 
Sebab, hanya kau yang mampu kembalikan bahagiaku
Bersamamu, kan kuhapus semua memori tentang rasa yang tak pasti
Yang membuatku terpaku pada sesak yang lukai hati

Hujan, datanglah kembali esok hari....

[Bintang.13·02·2019]

Comments