Puisi | Kisah yang Retak

Pic—Tiyahafifah
((Saat Luka tak dapat Lagi diungkapkan dengan Kata-kata))

Ini adalah rajutan sebuah kisah
Yang kini mulai menghukumku hingga terasa lelah
Kisah yang membuatku ingin berpisah sebab hati yang tengah jenuh
Meniti dan menata rasa yang tak berharga di matamu

Suatu hari nanti, ada sesal yang kan kau rasa
Saat aku tak lagi ingin merajut asa bersama 
Ketika semua yang retak tak ingin kuperbaiki
Biarkan begitu saja, hancur, atau pecah sekalipun...

Aku tak peduli, sampai akhirnya kau sesali
Keputusan dan tindakanmu sendiri
Sebab, kaulah yang pertama kali memulai kisah ini
Dan, kau pula yang akan mengakhiri

Tunggulah hingga waktu itu datang..
ketika sesalmu akan semakin dalam
Saat hatiku tak dapat lagi kau miliki
Ketika ragaku tak bisa kau dekap dengan erat

Lalu, saat itulah kau akan melihatku bahagia bersama cinta yang lainnya ..

Jika kuberikan kesempatan terakhir ke padamu
Bisakah kau gunakan dengan sebaik-baiknya?
Atau, malah akan kau abaikan begitu saja?

Entahlah, hatiku telah memilihmu di antara banyak lelaki
Tapi, rasa yang kuberi kau abaikan begitu saja seolah kau tak mengerti
Kemudian, apa lagi yang harus dikorbankan untuk kisah ini?
Tak bisakah kau pahami sekali saja, tentang ketulusan yang kuberikan

Apa dayaku saat rasa ini terombang ambing
Sebab kesibukan yang membuatmu melupa
Pada kisah yang tlah kita bina, 
Akankah kita bisa kembali seperti dulu lagi?

Kau yang akan menjawabnya.....
Kau yang berjanji, kuharap tak banyak yang kau ingkari.

Comments