Mati dalam Dunia Lain

Pic—ceritahoror


Ini adalah tentangku, semua hal yang kurasakan selama belasan tahun. Ya, karena usiaku memang masih belasan tahun. Menurutmu apa yang bisa kulakukan diusia yang masih labil ini? Bermain berasama teman, atau menghabiskan uang orang tua. Mungkin. Dan, tidak sedikit yang mengatakan demikian.


Namun, aku bukan wanita biasa. Kepekaan terhadap kehadiran makhluk astral menjadikanku lebih istimewa dibandingkan teman-temanku. Dan, karena itulah semua hal yang kulakukan mungkin terbilang gila. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengatakanku tidak waras.


Ah, aku tidak pernah pedulikan ucapan mereka. Yang kutahu, duniaku berbeda. Tentunya, pola hidupku pun tak pernah sama dengan mereka.


Aku selalu menjalani hari-hari bersama mereka, makhluk-makhluk yang mungkin saja tidak dianggap keberadaannya. Ah, kalau kamu tahu tentang mereka, mungkin kamu akan merasa iba.


Tapi, tidak menjamin juga bahwa kalian akan mempercayai cerita perjalananku, juga kisahku ini. Ya, aku pernah pergi ke suatu tempat. Di sana ada hamparan rumput yang sangat hijau. Ada taman yang dipenuhi bunga. Juga, ada sebuah rumah kecil di ujungnya. Aku tidak tahu, disebut apakah rumah itu. Yang terpenting bagiku adalah kenyamanan.


Siapapun yang menemukan tempat itu, pasti akan segera terhipnotis. Aroma bunga mawar yang begitu semerbak selalu mencuri perhatian. Burung-burung yang berkicau tak henti-hentinya saling bersahutan pada dahan-dahan pepohonan. Belum lagi ada beberapa kursi panjang yang terbuat dari rotan tersedia bagi siapapun yang ingin mengistirahatkan tubuhnya.


Namun sayang sekali, tempat itu tidak bisa didatangi oleh sembarang orang. Bahkan, aku pun membutuhkan waktu yang tepat untuk berkunjung ke sana. Tempat itu sangat istimewa, terutama bagi makhluk tak kasat mata.


Jangan pernah bertanya berapa kali aku mengunjungi tempat itu. Karena, jawabnnya sudah sangat jelas 'tak terhitung'. Jika kamu tidak pernah melihat makhluk-makhluk itu sebelumnya, tidak menutup kemungkinan kamu bisa hilang kesadaran saat berjumpa di taman hijau itu.


Aku sendiri masih tidak terlalu percaya, bahwa ternyata ada makhluk seperti mereka. Tapi, di sana aku melihatnya, mengenal satu persatu jiwa yang tak memiliki raga. Bahkan, keadaan mereka sangat buruk, hingga tidak tega aku melihatnya.


Di kursi rotan, tepatnya di bawah pohon cemara yang rindang, aku melihat seorang wanita yang mengenakan pakaian putih kecoklatan. Bajunya cantung dengan lengan pendek. Di sisi-sisi bajunya ada bercak darah. Rambutnya tidak terlalu panjang, mungkin hanya seukuran pinggangnya.


Yang membuatku terkejut bukanlah pakaian ataupun panjang rambutnya. Akan tetapi, wajahnya. Ya, dia memiliki wajah yang mengerikan. Wanita itu memiliki mata merah yang sudah keluar dari singgasananya, tergantung begitu saja. Lidahnya terjulur hingga ke dada. Dan, dari hidungnya banyak keluar darah dan nanah. Cairan menjijikkan itu pun ditelan olehnya kembali ketika jatuh dan terkena lidahnya sendiri. Pipinya, berlubang hingga saat kamu menatapnya, kamu pasti akan melihat sesuatu yang ada di sampingnya. Saat melirik, bola matanya tergerak, seolah ingin memberimu sinyal bahwa dia akan menyantapmu.


Tidak jauh dari keberadaannya, ada juga seorang anak kecil berambut ikal. Matanya berwarna biru. Kulitnya sangat pucat, dan hal itu terlihat dengan sangat jelas. Sebab, dia hanya mengenakan gaun pendek. Ada banyak jahitan di mulutnya yang  membuatnya segera berhenti untuk tersenyum. Hidungnya terkoyak, kulit wajahnya pun sama. Hanya ada daging berwarna merah tua yang terlihat.


Aku hampir saja memeluknya, terlalu menyedihkan untuk menyaksikan keadaan tubuhnya. Tapi dia bukan manusia, dan aku tidak bisa membantunya. Apalagi membuatnya bisa berjalan. Aku hanya bisa melihatkan anak kecil itu merangkak, dan membiarkan warna merah kekuningan dari kakinya mengotori sisi taman. Ya, warna itu berasal dari nanah yang sudah membusuk.


Bau menyengat sudah tak asing lagi, untungnya ada bunga mawar yang siap menjadi penangkal bau busuk di tempat itu. Ah, aku sampai lupa terhadap satu sosok aneh yang kujumpai malam itu. Seorang laki-laki bertubuh tinggi dan kurus. Di genggamannya ada sebuah gergaji. Bajunya terkoyak habis. Untunglah kelaminnya masih tertutup.


Lelaki itu tidak memiliki mata, dia buta total. Dia hanya berjalan sembari mengayunkan gergajinya ke sembarang arah. Mulutnya tak henti-hentinya menggeram. Suaranya sangat menggema. Saat suaranya terdengar, makhluk-makhluk tak kasat mata yang lainnya segera menjauh, pergi meninggalkannya sendiri. Sepertinya lelaki itu paling di takuti.


Semilir angin kembali terasa olehku. Namun, kali ini rasanya sangat berbeda. Aku merasa kepanasan, aroma wangi bunga mawar pun hilang. Rumput-rumput yang hijau semua hangus, menghitam. Pohon cemara yang rindang tak lagi berdaun, semua gugur berserakan. Sedangkan lelaki itu masih menggeram, menggemakan suaranya yang memekakkan telinga.


Langkah kakinya memang terbata-bata, dan di setiap langkahnya ada saja tumbuhan yang patah hanya karena tergores gergajinya. Tak sedikit juga tubuh makhluk astral yang beterbangan bak kupu-kupu itu terbelah. Ya, gergaji itu sangat tajam.


Tidak begitu lama lelaki itu pun mendekatiku. Mengayunkan gergajinya ke arah leherku. Darah pun terpercik mengenai wajahku. Untungnya, tak sampai gergaji itu memotong leherku, datanglah seorang laki-laki yang menolongku.


"Siapa kamu?" Tanyaku berbisik.

Dia hanya tersenyum dan berusaha menyelamatkanku. Kupikir dia adalah pahlawan dunia lainku. Matanya sedikit sipit, rambutnya berponi, dan dia sangat menawan. Aku hampir terkesima dibuatnya. Tetapi, kami harus segera menyelamatkan diri.

Lari, menjauh dari lelaki pembawa gergaji itu adalah keputusan terbaik. Karena, di saat yang seperti ini aku akan sangat kesulitan untuk kembali ke duniaku sendiri.


"Kamu juga suka perjalanan astral?" Tanyaku lagi padanya. Namun dia tetap membisu seribu bahasa. Dan, akhirnya aku tak lagi menanyakan apapun padanya. Yang kubutuhkan adalah selamat dari kematian di dunia lain ini. Sebab, di duniaku, aku juga akan mati jika tak selamat di tempat ini.


Bruuuughhhkkk....

Aku terjatuh saat berlari dan tidak sengaja menabrak tubuh jangkung lelaki pembawa gergaji. Dia pun segera menggeram membuatku kesakitan. Entah apa hubungannya suaranya dengan sel-sel dan juga seluruh tulangku. Yang pasti, aku sangat kesakitan.

Sedangkan dia, lelaki penolongku segera berusaha untuk mengangkat tubuhku. Tapi usahanya sia-sia. Lelaki pembawa gergaji menendangnya hingga ia terpental sangat jauh. Dan dengan sekejap, lelaki pembawa gergaji itu segera berdiri di hadapannya. Tak membuang waktu, gergaji dalam genggamannya pun diayunkan. Meski buta, sepertinya dia sangat peka terhadap kehadiran makhluk lain.


"Lari!" Teriakku dalam hati. Ya, aku tidak berani berteriak apalagi menyuruhnya melarikan diri. Aku hanya berharap lelaki penolongku bisa menyelamatkan diri. Dan, ternyata dia mengerti apa yang harus dilakukannya. Dia segera lari menghindari amukan lelaki pembawa gergaji.


Namun, dia tak dapat bertahan lebih lama lagi. Kakinya yang terluka membuatnya harus berjalan pincang. Dan, darah yang keluar dari kakinya tercium oleh hidung busuk lelaki pembawa gergaji. Membuatnya dengan mudah mengikuti lelaki penolongku.


Ah, Tuhan. Aku ingin sekali menolong. Tapi, jarak kami sangat jauh. Hingga akhirnya mataku lebih terbelalak saat melihat seluruh bunga mawar itu mencair. Ini sangat aneh. Tapi juga kenyataan. Kelopak bunga mawar itu berjatuhan lalu menjadi darah. Oh good! Bagus sekali. Ini semua memperburuk keadaan.


"Tidaakkk!" Aku menjerit sembari menjambak rambutku sendiri saat menyadari hal lain. Di ujung taman, di bawah pohon akasia, lelaki penolongku sedang melawan maut.


Si jangkung pembawa gergaji menarik kaki lelaki penolongku. Memutarkan tubuhnya hingga berulang kali tubuhnya terbentur  pada pohon akasia itu. Setelah itu, tubuh lelaki penolongku terhempas, jatuh ke tanah. Kakinya sudah berdarah-darah. Lengannya pun bernasib sama. Wajahnya mulai terkoyak sebab terkena ranting pohon.


Dan, tidak cukup sampai di situ. Gergaji yang digenggam oleh setan biadab itu segera memulai aksinya. Satu persatu kulit lelaki penolongku digores olehnya. Hingga darahnya terpercik ke segala arah. Aku dapat melihat kepedihan dari pancaran bola matanya saat per-inci dari kulitnya terkelupas.


"Tuhan selamatkan dia!" Aku memohon, meskipun permohonanku tak akan terwujud. Lelaki itu mencoba menolongku, meski harus nyawanya sebagai jaminan. Sedangkan aku, aku malah tak bisa berbuat apapun untuk menolongnya.


"Djangkaru Bumi." Dia berbicara dengan suara yang lirih. Menyebutkan namanya sebagai pengiring kematiannya.


Ya, dia mati dengan tubuh tercecer di mana-mana. Semua anggota tubuhnya terpisah oleh gergaji terkutuk itu.


"Maafkan aku," gumamku sembari terisak.


the End


Comments

  1. Hahaha...
    Kali ini kang djangkaru bumi yang kena sial.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ssstt orangnya gak akan nyadar kwkwkwkw.

      Tulisannya kekecilan. Mau digedein gak bsa

      Delete
    2. Oh, yang tulisan "maafkan aku" yang kecil ya?

      Ya wajarlah, yang nulis juga masih kecil..😁

      Delete
    3. Hahaha ada lagi tuh. Hemm ini ngeditnya per alenia.. Susyah banget

      Hahaha jangan panggil aku anak kecil paman....πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘»

      Delete
    4. Itu kan ada kode span style="font-size: xx-small", hapus kode itu nanti tulisan nya jadi normal.πŸ˜€πŸ˜ƒ

      Delete
    5. Tapi balik lagi pas diperbarui. Tuh udah hahaha

      Delete
    6. Makanya aku heran, tadi aku baca awal normal aja, kok giliran baca lagi jadi ada yang kecil.

      Kebanyakan ngelamun minta es krim ya.πŸ˜‚

      Delete
    7. Hahaha makanya aneh kan ya? Kayak yg baca kwkwkw..

      Iya pingn es krim dikasih es balon. Kan gak mantap 😎

      Delete
    8. Aneh tapi suka kan..πŸ˜„

      Iklannya kok cuma satu, yang banyak dong biar kayak blog satria tuh

      Delete
    9. Haha gak suka kokπŸ‘»πŸ‘»

      Haha gmna biar bsa banyak? Gak tau caranya kwkwkw

      Delete
    10. Tanya mas satria lah, bisa juga tanya bang El

      Delete
    11. Semoga orangnya peka, habs baca ini langsung dkasih tau hihihi

      Delete
    12. Haha boleh nih dikasih tipsnyaπŸ˜‚ tip-s & tipsπŸ˜‚

      Delete
    13. Kalau mau tips minta sama mas Agus..kaburrrr

      Delete
    14. Haha tips itu mah tipis kwkw

      Delete
  2. Wwwwkkk ..
    Aku ngakak dulu aaakh :D

    Sebetulnya tuh yaa... , aku mau 'komplain' dikit kenapa tulisannya dibuat seimut itu seeeh :( ?.

    Yang kedua, keren euyy udah ada adsensenya :)
    Selamat, ya, Bin

    Yang ketiga ...paling bikin ngakak .. itu kenapa nama mas Djangkaru Bumi ada di post itu ...
    Wwwkkkk ..
    Yakiiin dia bakalan ngakak bacanya kalau tau tentang ini.
    Kukirim linknya ke dia yaa ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pertama, ketidak sengajaan pencet. Dan susah dibalikim ke font biasa, sebab dh eror.

      Kedua, makasih hahahahaha ngakaknya jangan kuat" bang

      Yang ketiga, namanya di sana karna pasti dpt jatah satu persatu. Sekarang bang Him ngakak, bsok kena juga lohπŸ˜‚πŸ˜‚
      Iya kashin aja linknya kwkwkw

      Delete
    2. Sekarang udah normal lagi kok ukuran fontnya hehehe :) ... , jadi lebih asik dibaca ulang sambil deg-degan bayangin suatu saat namaku jadi tokoh berikutnya hahah ...

      Udah kukasi linknya kok ke mas DB dan kulihatin udah ikut nongol komen dibawah :)

      Delete
    3. Haha iya kemarin aku bnerin sambil nahan kesel kwkw.
      Haha iya bayangin aja suatu saat kebagian hahaha..

      Iya orangnya dh komen hihi

      Delete
  3. mbak, kenapa font nya terlalu kecil???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya td niatnya gak pake ukuran itu. Eh kepencetnya itu... Jdi mau dbalikin dh eror dluan hihi ntar dbesarin πŸ˜…

      Delete
    2. Pakai adonan apa biar besar, Bin πŸ€” ?

      Delete
  4. Hurufnya kekecilan jadi ngga fokus bacanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentar bang bro.. Lagi aku edit per alenia. Biasalah blog sering erorπŸ˜‚

      Delete
    2. Kekecilan karena error kirain disengaja biar yang bacanya ribet..xixixi

      Delete
    3. Hahaa aku gak sejahat itu kok. Bisanya lebih jahatπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ‘»

      Delete
    4. Blognya sering eror, kayak yang punya..😜

      Delete
    5. Kalau yang punya bukan sering error tapi emang udah error'.. wkwkwkwk

      Delete
    6. Hahaha tau banget sih kalo aku sering eror. Ngefans ya? Kwkwk

      Delete
    7. @El, hummm kalo aku eror, kalian harus ketularan eror lah hahaha

      Delete
    8. Kenapa ogah mas? Ntar dikasih cilok lho..

      Delete
    9. Cuma cilok aja ngga ada yang lainnya nih..?

      Delete
    10. @El, hahaha harus mau lah


      @Agus, kwkwkw yg mau ngasih cilok kan bang ElπŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    11. Kan lah gak mau ngalahπŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    12. Jangan ketawa... Pagi ini ketawa tak suruh bayarπŸ˜‚

      Delete
    13. Tak suruh bayar berarti ngga disuruh bayar dong..hihihi

      Delete
    14. Hahaha ini mah beda artinya

      Delete
  5. Sekali kali saya di ajak dong ke taman makhluk astral, tapi jangan di temuin sama yang bawa graji.
    Ntar saya bawain bekal kue-kue sama es cream. Smbil duduk2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ayo ke sana. Supaya ketemu cewe" cantik kwkwkw.. Kuenya diminta sama akang gergajiπŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    2. Cantik kog matanya keluar, ya serem lah.
      Kuenya jgn di kasih sm tukang gergaji. Org galak mah gk doyan kue

      Delete
    3. Hahaha ya anggap aja cantik. Dripada sama tetangga sebelahnya om agus kekw

      Ahaha kasih aja supaya dia jd baikπŸ˜‚

      Delete
    4. Pantesan mata saya kedutan, ternyata ada yg lagi ngomongin ya..πŸ˜‘

      Delete
    5. Syukur deh kalo kerasa kwkw

      Delete
  6. Wah saya bacanya serius banget. Sampai ketakutan dengan diskrepsi seremnya makluh astral . Dan sempst kagum dengan dewa lenyelamatnya. Ternyata, namanya sama dengan diri daya hehehe...gubrak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwkwkw sadar bang sadar, udah pingsannya kwkwkw....
      Maap ya penyelamat harus tamatπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ‘»πŸ‘»

      Delete
  7. Sang penyelamat dibuat tamat lalu siapa bisa menyelamatkannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa yah? Kayaknya bakal balik sndiri deh hehe

      Delete
    2. Endingnya menggantung apa akan ada sambungannya?

      Delete
    3. Ada lanjutannya hihi... Insya allah. Kalo gak lupa.

      Delete
  8. Pas bacanya dipikir happy ending, eh ternyata bad ending terakhirnya. Jadi penasaran dengan pelakunya kenapa bisa buta..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ayo diselidiki hantu butanyaπŸ˜‚πŸ˜‚hehe endingnya sengaja dgtuin biar gak ketebak.. Tp pasti ada yg nebak hihi πŸ˜‚

      Delete
  9. tubuh tercecer haduh perih-perih ngilu gitu ya

    Aku tak merasa kwsulitan membaca ukuran normal saja font abjadnya
    mungkin audah diperbaiki ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi jangan ngilu kak, obatnya gak ada hehe.

      Iya udh dibenerin langsung kemarin jehehe

      Delete

  10. Haaahaaa Djangkaru bumi tewas kena gergaji...Kira2 yang ngergaji itu siapa namanya Apakah Budi,Agus,Herman dll...Sulit dijelaskan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Berarti di bukan dunia mati namanya tetapi dunia Gergaji..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha yg bunuh bang Satria aja. Nanti biar bang Satria yg dihantui kekwkw...

      Ahahaha dunia gergaji, awas aja bang satria kena juga kwkwkw

      Delete
  11. Kacian sekali ya mas Bumi nasibnya begitu tragis terpotong oleh gergaji, mau lari kakinya terluka 😒

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya kasian bangt. Mau nolong malah apes kwkeπŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  12. wakakakakakakakaka, kasian ya si mas Bumi itu
    BEtewe, kenapa pula saya baca tulisan ini di malam hari, bikin takut ke kamar mandi aja hahaha

    Bagus nih ceritanya, sampai-sampai saya membayangkan dengan jelas, dan karena saya takut darah, bacanya saya langkah-langkahin, takut ga bisa tidur hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwkw demua bakal kebagian kok kak. Tinggal tunggu waktu aja ahaha.. Kapan" kak Rae juga bakal kenaπŸ˜‚πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘»

      Hihi gak serem ini mah kak. Jdi jangan takut hihi

      Aku juga sbnrnya takut darah kak hehe

      Delete

Post a Comment

Terimakasih telah mapir di rumah minimalisku. Jangan pernah bosan ya! Nanti gak dikasih permen loh.