Prosais—Self Reminder | Ada Senja dan Sepucuk Luka

Pic—hipwee.com

     ((Lukanya tertahan dalam asa yang tak terucapkan))

Ketika senja datang pancarkan langit jingga. Ada satu pemandangan yang membuatku terlena. Sinarnya yang menyejukkan jiwa begitu menggoda. Tenangkan hati nan sanubari yang sedang terasa lara.

Tapi, semua yang tak abadi pasti kan pergi. Pun dengan senja yang segera menghilang saat hari tlah petang. Cahaya jingganya digantikan oleh gelap malam. Datangkan kepedihan bagi sang bocah jalanan.

Masa lalunya nampak kelam, hingga ia harus meringkuk tanpa alas di pinggiran kota. Pakaian yang lusuh dan tempat yang kumuh. Menjadi peristirahatannya ketika hari mulai gelap gulita.

Pijar lampu jalanan perlihatkan wajahnya yang sayu. Tanpa penghangat ia tetap terlelap. Sebab tak ada benda lain yang ia punya. Tuk menopang kehidupannya di pinggiran kota.

Ya, dialah bocah kecil yang hidup di pinggiran kota. Tak peduli berapa banyak cemooh yang harus ia terima. Dengan sisa asa ia tetap berusaha tuk pertahankan hidupnya. Tanpa kedua orang tua, juga keluarga.

Pada jemari mungilnya kini tersimpan luka. Bekas sayatan nampak jelas di sana. Sebuah goresan yang ia terima ketika mengais sisa-sisa makanan. Yang terbuang, dan mungkin sudah tak layak makan.

Mungkin ada banyak asa yang terselip dalam dadanya. Hingga ia tak pernah menyerah dengan takdir hidupnya. Begitulah ia, si bocah jalanan yang menggantungkan hidupnya pada Tuhan. 
Ia tak pernah mengutuk segala hal yang tlah tergariskan. Baginya, segala hal untuk hidup adalah perjuangan.

Jika pagi dan siangnya adalah sebuah bahagia. Maka, baginya malam  adalah luka. Sebab ia harus kembali mengulang hari esok seperti biasanya. Dan berharap akan ada keajaiban yang dapat merubah hidupnya, masa depan, dan juga kebahagiaannya—yang mungkin, sebelumnya tidak ia miliki. 



*******
Hai kamu, yang sudah hidup dengan berkecukupan. Bisakah kamu syukuri apa yang kamu miliki? Jangan membiasakan hidup berlebihan. Jangan ikuti trend membuang makanan.

Apakah kamu tahu, di luaran sana masih banyak orang-orang yang kurang beruntung yang berharap bisa menyantap makanan lezat. Meski akhirnya yang didapatkan hanyalah sisa makanan yang terbuang. Kamu tahu, saat kamu membuang makanan, ada kehidupan lain yang menangis inginkan makanan itu.

Bisakah kamu bayangkan, saat perutmu kenyang terisi makanan. Tubuhmu dihangatkan oleh pakaian, dan kantongmu terisi dengan uang. Dan, semuanya terasa sangat berkecukupan—ternyata ada kehidupan yang sebaliknya, bertahan dengan perut yang kosong, seharian tak mendapatkan makanan. Atau, makan tapi hanya dengan nasi dan garam.

Ah, kehidupan pahit masih banyak yang merasakan. Tak bisakah kamu berbagi pada orang-orang disekelilingmu, agar tidak ada lagi orang yang kelaparan. Tak bisakah kamu berbagi, agar tak ada lagi yang merasa dingin saat musim penghujan?

Apa yang kamu miliki ada sebagian kecil hak mereka. Bisakah kamu membaginya? Sedikit yang kamu beri, akan sangat berarti. Yang bagimu tak bernilai apa-apa, tetapi bagi sebagian orang sangatlah berharga. Itulah hidup. Jika kamu menutup mata, maka kamu tidak akan melihat kehidupan lain yang lebih indah. Yang lebih bermakna.

Jika kamu mengeluh, akhirilah keluhanmu. Bersyukurlah, sebab kamu masih bisa duduk dengan menikmati secangkir kopi. Kamu masih bisa makan dengan berbagai macam lauk pauk. Karena, ketika kamu tidak bersyukur, sama saja kamu tak pernah becermin pada kehidupan lain yang berada di bawahmu. Dan itu semua akan menjadikanmu merasa lebih kesulitan dibandingkan orang yang sekarang sedang sulit!.

Yuk berbagi. Berbagi itu tidak hanya indah, tapi juga akan membawa berkah.

-N.L-

Comments

  1. Sy suka, saya suka. Akhirilah keluhanmu. Teruslah bangkit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalo ngeluh terus, gak akan ada gunanya hehe

      Delete
  2. Replies
    1. Iya puisi bang. Tapi disebut prosa-is. Prosais. Sebab banyak padanan kata.. Tapi ini mash belajaran😅

      Delete
  3. Template baru tapi capcay-nya bikin repot

    ReplyDelete
  4. Sweet words!

    Mengalir bagai air
    Manis bagai madu
    Sendu bagai senja kelabu

    Ahayyy

    Keep it up!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe makasih bang😅puitis juga hihi

      Delete
  5. Terasa adem ... , gitu membacanya.
    Dipenuhi kata bijak.
    Beda banget dengan post sebelumnya yang bikin merinding disko (tanpa dilengkapi kelap~kelap lampu diskotik 😁)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, ada satu kalimat diatas yang sangat berkesan menurutku, ini nih :

      'Hey kamu, yang sudah hidup berkecukupan, BISAkah kamu syukuri apa yang kamu miliki ?'.

      Kalimat itu SANGAT tepat.
      Banyak orang itu ngga pernah puas apa yang sudah dia miliki ... , merasa kurang dan kurang terus puasnya.

      Delete
    2. Hahaha ya beginilah adanya bang😅kadang eror, kDang horor kadang sok kalem kwkwkw....

      Hihi iya bang, skrang mah susah pda mau bersyukurnya😥pdhal bersyukur gak susah yak

      Delete
  6. Wooww!! Puisi indah merona ...dan pannjaaanggg!! Dari jauh kau seperti bulan...Dari dekat kau serasa dompet tanggung bulan..😄😄😄😂😂😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ketjam banget. Disamain dg dompet kosong kwkskw

      Delete
  7. Berbagi itu tidak hanya indah, tapi juga akan membawa berkah.

    Yuuup betul kata itu.....Namun pada kenyataanya saya pribadi sering menemukan kondisi yang berlawanan. pada sebagian orang justru egois yang dikedepankan, bahkan oknum oknum ini orang orang yang berpendidikan....aneh...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang kayak begitu gak bakal nyadar kalo belom ngerasain sndiri bang...

      Ya kita sebisanya untuk hdup saling berbagi, meski sedikit 😊

      Delete
  8. Puisi tentang bocah jalanan ternyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya bang.. Emang dikira apaan bang Rev? 😂

      Delete
  9. Coba kalau mereka tau hal ini, mereka seharusnya sadar dan bersyukur. Jgn hnya melihat ke atas doang yg menyebabkan tak pandai bersyukur. Krn gk pernah terfikir bagaimana nasib gelandangan dan yatim piatu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa makanya itu bang, jarang banget ada yg liat ke bawah, yg ada sih ke atas. Makin giat nyari kekayaan, tapi giat melupakan yg dibawah, dan males berbagi😥

      Delete
  10. Akhiri keluhan dan jangan berlebihan. Next semangat menjadi lebih baik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bang. Smngat buat menjadi lebih baik 😊

      Delete
  11. Asyik, akhirnya komentar bisa gampang lagi.

    ReplyDelete
  12. Iya benar mas Agus tadi nggak enak banget massa disuruh pake capcay..😂😂😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha maaf bang kemarin lagi dibenerin😂

      Delete
  13. Dari pd pakai capcay mending pakai cabay...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake kol aja lah kalo gak ya udang haha

      Delete
  14. Gue bacanya senyum senyum yak.. Seakan lagi di gombalin sama doi, 😂😂

    ReplyDelete
  15. Templatenya ganti yang lama lagi?

    ReplyDelete
  16. Terima kasih telah mampir di blog ini, jangan bosan mampir lagi ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bosan ya gak papa. Tak pakza baca dan komen ahahaha *jahad😂😂

      Delete
  17. Berbagi itu tidak hanya indah, tapi juga akan membawa berkah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya banyakin nyari berkah dg sedekah😅

      Delete
  18. Kalau malam saya sering ke luar rumah ,menemukan bocah atau orang tua yang rela kedingingan mencari sisa-sisa rezeki dengan mengumpulkan botol bekas mineral. Ya, hidup ini perlu perjuangan dan terus berjuang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan kadang orang kaya gtu malah dikucilkan. Bukan membantu, malah ngejek. Kan kasian liatnya😥

      Delete
  19. Says sih gak bosan mampir lsgi, cuma sayangnya gak pernah di suguhin kopi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau kopi darat atau kopi lendot nih... wkwkwk

      Delete
    2. Kalo kopi sianida gimana bang.... 😅

      Delete
  20. super sekali mbak
    dengan melihat yg lebih tidak beruntung dari kita
    tidak bersyukur kok rasanya tidak elok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bang, makanya kudu banyak syukur, banyak sedekah. Meski dikit sedikit hehe

      Delete

Post a Comment

Terimakasih telah mapir di rumah minimalisku. Jangan pernah bosan ya! Nanti gak dikasih permen loh.