Puisi Akrostik | Rasa yang Palsu

Pic. addictioncampuses


Ingatanku tak pernah lelah tuk menyimpan namamu
Canda yang selalu terdengan indah
Hangatkan jiwa yang tengah gundah, 
Aku tak bisa melupakan semuanya begitu saja
Lalu menggantikanmu dengan nama yang lainnya

Mungkin semuanya terlihat mudah
Untuk melupakan segala paduan rasa yang ada, 
Gundah, hati ini menolak tuk memulai kisah  baru bersama orang yang tak kutahu, 
Namamu tak akan pernah terhapus meski kau memintanya
Izinkan aku tuk mengenalimu lebih dalam lagi 
Aku terlanjur menjelajahi kisah palsumu tanpa ragu
Rasa yang kau hadirkan t'lah menumbuhkan candu, tanpa kau sadari itu ....

Resah kudapati ketika hati ini tak ingin menyerah pun pasrah
Ingatan pada manisnya rasa yang kau janjikan hanya membuatku bercumbu pada gundah
Zero, kekosongan yang tak mudah kutepis bersama sepi 
Aku pun tak kuasa menahan bulir air mata ketika mengingat langkahmu yang tak dapat kulihat lagi

Bisakah kau berbalik arah? Kumohon kembalilah agar hatiku tak lagi resah
Ungkapkan saja rasa kecewamu di masa lalu  padaku
Dengan melakukannya, mungkin saja kau bisa menumbuhkan cinta yang baru
Ini tak kan terasa sakit, meski padakulah kau luapkan semua amarah

Sisakan rasamu agar kau tak lagi terluka, sebab
Aku t'lah menjanjikan setia padamu pun dunia
Tenanglah wahai kekasih yang kucinta
Rasa yang ternoda di masa lalu tak kan lagi kau tapaki bersamaku
Inilah harap yang selalu kugenggam erat 
Aku kan tetap di sini, menunggumu yakin pada takdir yang t'lah mempertemukanku  padamu

Meski mulanya kau hanya ciptakan cinta yang palsu
Inginku adalah tetap berada di sisimu
Namamu tak kan pernah enyah dari ingatan
Aku tak mengapa dengan semua rasa gundah yang menyiksa jiwa
Esok, kau pasti kan kembali tuk sesali langkah kakimu yang pernah menjauh pergi.
————

Akrostik: Ichal; Mugniar; Riza; Budi; Satria; Minae.

Comments

  1. Pertamak, itu aja dah, soalnya ga bisa nulis puisi.😑

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapibom agus suka cerpen horor kan? Kapan mau buat ? Aku mau dong diajarin😍yah yah yah ... Nanti tak kenalin sama tetangga sebelah dah haha

      Delete
  2. Mantul... Bookmark ah
    Boleh copas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Humm iya bang silahkan 😊
      Mau untuk apa emangnya? Jelek gitu puisinya hehe

      Delete
    2. sy yg ga paham puisi mungkin bilang ini puisi bagus.

      Delete
  3. Cinta palsu😊
    aku bahagia karena bisa melihatmu sambil menutup mata
    Tapi aku berharap... Hatiku - hatimu terikat benang
    merah bernama sayang,
    diikat simpul ditiang kesabaran,
    ditutupi kain kejujuran
    dimana setiap hari selalu ditabur bunga-bunga keikhalasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woow manis ... Jika kau taburkan bunga yang mempermanis hubungan, kan kusiapkan madu tuk menambah nikmat debar keikhlasan..
      Kan kutuangkan banyak candu dalam setiap senyuman, agar kau tak dapat berpaling dari kesetiaan😅huahahah

      Delete
  4. Aku akan kembali dengan cinta baru, tapi tidak untuk menceritakan masa lalu, dan tak mungkin aku meluapkan kemarahan kepadamu,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah romantis sekali nih mas Budi

      Delete
    2. Haha...kan niru gaya puisinya

      Delete
    3. @Budi, aku tahu kau tak kan lakukan itu padaku. Aku mengerti kau kan melupakan masa lalu, dan kan tapaki masa depan dengan penuh cinta bersamaku ~eaaaak hahahahah

      @Aris, ayo bang gantian bales puisinya hehe

      Delete
  5. Cinta jika sudah masuk dalam sukma, benar-benar menyiksa.
    Cinta benar-benar menjadi candu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cinta.. Deritanya tiada akhir

      Delete
    2. @Djangkaru, kenapa menyiksa??

      @Digital, knpa derita bang?
      Hihi anak kecil jd kepo nih

      Delete

  6. Bukankah rasa tak pernah bohong...😱😱

    Lalu mengapa meski ada rasa yang palsu..

    Dan kenapa Rasa selalu dirasa dan terkadang menghantui..

    Meski terkadang pengertian rasa sangat ramai...

    Ada Rasa Manis, Asem, Asin , Ramai Rasanya..😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciee bang Satria lagi mencoba iklan Nano-nano yak? Kwkw😂awas gak laku nanti jadian hahaha

      Delete
  7. Rasa yang palsu... yang penting tidak merasakan semua rasa yang ada karena akan bisa hambar nantinya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi, kalau pas porsinya pasti akan lebih sedap dinikmati, kayak ayam bakar cocol sambel heehe

      Delete
  8. Cinta dan hati memang tidak ada yang tahu

    Keduanya,penuh dengan ketidakpastian

    Penuh dengan kegundahan dan kasih sayang

    Rasa ingin memiliki seakan selalu menguasai diri ini

    Ditambah teringat wajah dan cinta pertama membuat tidak ada orang yang

    mampu menahan rasa

    Itulah cinta

    Turun dari mata jatuh ke hati

    Mengalir deras jatuh ke pangkuan

    Hingga akhirnya dua hati bisa bersatu,dalam ikatan cinta dan kasih sayang

    Luar bisa,tulisan teh,membuat hati tergugah,he-he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheh kalo udh tergugah, jangan tdr lagi yak hihi...

      Cinta itu rumit, tapi bsa mengobati luka yang terasa pahit.

      Cinta itu manis, tapi kadang kala, cinta bisa mendatangkan sendu yang membelenggu😅 karena cinta tak hanya satu rasa, tapi satukan rasa yang mulanya yak menyangka akan bersama😉

      Delete
  9. yang memberi cinta / harapan palsu ini, harus dihantar ke liang lahad.... hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha kak Anis bisa sadis juga kwkw. Tenggelamkan ke sumur aja kak haha.

      Btw, tadinya aku mau pakai nama kak Anis di cerpen horor, boleh??

      Delete
  10. Smart.
    Nama 6 orang dirangkai jadi untain kalimat tentang cinta-cintaan :)

    Ohh, tapi aku kok ... tolooong ...
    Mumet ya ngomongin soal cintrong-cintrongan :(
    *curhat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi makasih bang Hima.. Btw, nama abang udh belum ya? Aku agak lupa hee

      Hihi kalo pusing, pegangan kaki kursi aja😅

      Delete
  11. Puisi dengan inspirasi atau pola nama orang. Cukup baik. Tapi jika cara penyusunannya berfokus pada nama saja, pesan moral dan tangga dramatikal puitiknya jadi hilang ya. ditambah metaforanya pun lemah. Tapi untuk puisi pop seperti ini, sudah keren. mantap. lanjutkan menulis karya sastranya. Andai namaku ada di puisimu, mungkin lebih puitis ya. hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi makash udh sedia membaca. Makasih juga masukannya. Krna yg request nama orang, jdu yg dbuat ya nama orang hehe.
      Iya smoga aja di lain kesempatan bisa pakai nama abang hehe

      Delete
  12. puisinya keren. diambil dari nama orang. klo dari nama wisata tampaknya keren ya. saya mau coba menulisnya ah... huhuhu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe mungkin saja bang. Tergantung kalimat hihi ini mash sangat jelek.
      Hehe iya bang. Coba aja bikin hehe. Smngat

      Delete
  13. perasaan aku aja, atau emang masing" bait ngebentuk nama?

    aku mau juga donk, dibuatin... mwehhehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa emang ngebentuk nama hehe.. Iya smoga kapan" bsa kepake namanya hihi

      Delete

Post a Comment

Terimakasih telah mapir di rumah minimalisku. Jangan pernah bosan ya! Nanti gak dikasih permen loh.