Inspirasiku dari Film Animasi Ballerina




Semua orang mungkin punya inspirasi untuk setiap karyanya. Termotivasi dan terinspirasi dari karya yang orang lain ciptakan. Atau, mungkin saja malah terinspirasi dari orang terdekatnya.

Begitulah aku. Kalian tahu, ini adalah hal yang bisa dianggap konyol. Bagaimana mungkin, wanita seusiaku masih saja suka dengan film animasi? Oh ya! Itu tidak aneh ternyata.

Aku terinspirasi dari sebuah film animasi yang berjudul Ballerina arahan sutradara Eric Summer dan Éric Warin. Film animasi berlatar Perancis ini benar-benar menjadi film yang membuatku terus melangkah. Meskipun, sebelumnya sempat ingin menyerahkan impianku pada dunia. Membiarkannya diseret ombak, atau terhempas angin malam, lalu tergolek bagai sampah basah yang siap diulik oleh belatung-belatung kecil.

Tapi, film Ballerina menyadarkanku. Dari kisah seorang gadis kecil bernama Felicie ( Elle Fanning) yang memiliki impian besar sebagai penari balet. Kalian tahu, impian Felicie diremehkan oleh beberapa orang. Hanya karena setatus sosialnya. Dia anak yatim piatu. Tinggal di panti asuhan, dan selalu berteman dengan perkakas-perkakas kotor di dapur.

Langkah Felicie selalu di tentang. Apalagi oleh para pengasuh dan biarawati yang mengurusnya. Tapi, ada satu sahabat lelakinya yang selalu mendukung keputusannya. Victor namanya. Pemilik nama asli Dane DeHann, Felicie mencoba untuk kabur dari asrama itu.

Mencoba berkali-kali untuk kabur tentunya bukanlah hal yang mudah. Felicie dan Victor sama-sama memiliki tekat yang luar biasa untuk menggapai impiannya masing-masing. Keduanya saling menguatkan. Merangkai ide lalu mencari solusi untuk mencapai impian mereka.


Hingga suatu hari, kesempatan datang. Keduanya melarikan diri. Melalui proses kejar-kejaran dengan salah satu pengasuh, terseret pada proses tersesat. Ya, Felicie dan Victor memilik kereta sebagai tumpangannya untuk sampai ke Paris. Tidak disangka, kereta yang ditumpanginya memang benar-benar sampai ke Paris. Keduanya masuk ke dalam kereta buah.

Begitu bahagianya mereka, bisa sampai pada tempat tujuan dengan mulus. Namun, lagi-lagi rintangan itu datang. Felicie dan Victor harus berpisah. Keduanya harus berjuang masing-masing. Itulah out of the box Keluar dari zona nyaman. Hingga akhirnya mereka kembali bertemu di atas jembatan. Di mana mereka juga terpisah dibtempat itu.

Baik Felicie maupun Victor telah berhasil mendapatkan jalan untuk mencapai impiannya. Victor anak yang memiliki banyak ide. Dia menciptakan sayap ayam yang bisa digunakan untuk terbang. Lucu memang. Tapi ternyata, penemuannya itu bermanfaat juga.

Sedangkan Felicie, dia bertemu dengan Odette (Carly Rae Jepsen), wanita pincang yang bekerja sebagai pembantu di rumah seorang wanita kaya. Merasa kasihan pada Felicie, ia akhirnya memberikan gadis kecil itu tumpangan di rumah majikannya. Sebagai ganti,  Felicie bertugas untuk membantu pekerjaan Odette.

Tapi, kejadian menyesakkan terjadi pada Felicie. Camile (Maddie Ziegler) yang merupakan anak bangsawan kaya itu melemparkan kotak musik kesayangan Felicie. Merasa tersakiti, Felicie akhirnya menghianati Camile. Dia mengambil surat rekomendasi untuk Camile dari Grand Opera.


Langkah Felicie memang salah. Dia masuk ke dalam Grand Opera lalu mengakui namanya sebagai Camile. Semua orang percaya, meski sang pelatih sedikit tidak menyukai Felicie karena dinilai tidak layak masuk ke dalam Grand Opera.

Tapi, Felicie bertekad mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang penari balet. Langkahnya yang kembali tersendat oleh pelatih, membuatnya terus bangkit. Ia tidak ingin dieliminasi. Melalui bantuan Odette, Felicie belajar banyak hal tentang menari.

Hingga akhirnya, seleksi hampir berakhir. Tinggal Felicie dan salah satu temannya saja. Tapi, sayangnya kecurangan Felicie yang mengakui dirinya sebagai Camile diketahui oleh semuanya.

Namun, karena kerja keras dan dedikasinya, Felicie memiliki kesempatan yang sama dengan Camile. Sayangnya, cinta membutakannya. Ia lengah. Hingga akhirnya, ia mengabaikan latihan. Lalu gagal dalam seleksi akhir.

Felicie diusir oleh ibunda Camile. Ia kembali ke panti asuhan tanpa Victor. Ia hampir menyerah. Tapi, suatu ketika ia bermimpi bahwa kotak musik itu adalah pemberian ibunya. Menari sudah ada dalam darahnya dari sang ibu. Dari mimpi itulah Felicie kembali bersemangat. Ia kembali berlatih seorang diri di panti asuhan. Di kamar, dapur, bahan loteng. Hingga akhirnya, perbuatan menakjubkan yang ia lakukan dilihat oleh penjaga panti.


Pada malamnya, Felicie hendak kabur. Tapi penjaga mengetahuinya. Yang mengejutkan, penjaga itu malah menghantarkan Felicie pada gerbang kesuksesannya. Ia membawa Felicie ke Grand Opera.

Apa yang dilakukan Felicie? Dia kembali berlatih. Menantang Camile, salah satu orang terpilih yang akan berduet dengan penari solo terhebat di Grand Opera. Mereka berduel. Hingga akhirnya, keuletan, ketekunan, kerja keras, dan perjuangan Felicie membuahkan hasil.

Felicie tahu tujuannya untuk menari. Itulah sebabnya, tariannya selalu terlihat tulus. Campuran rasa sedih, emosi, ceria, bahagia, kecewa, terajut menjadi satu mengaliri darahnya di setiap gerakan. Felicie terpilih untuk menggantikan Camile untuk menari bersama Rosita, penari solo terhebat saat itu.

Jika kalian menyaksikan setiap adegan dalam film Ballerina, pasti rasa semangat itu akan muncul. Tapi, mungkin juga tidak, sih. Semua kembali pada pribadi masing-masing. Beruntungnya, aku begitu terinspirasi. Film itu menunjukkan, bahwa sebuah impian memamg harus dicapai. Tidak peduli apapun keadaan kita.

Selama kita berusaha, pasti akan ada juga hasilnya. Meski kita bukan siapa-siapa, tak memiliki apapun, dan tak teranggap oleh siapapun. Ingatlah, dunia tak pernah membuang kita. Ada Tuhan dalam setiap langkah yang kita lakoni. Untuk sebuah impian dan keinginan yang mungkin sangat mustahil untuk dicapai saat dibayangkan, sebenarnya semua itu tidaklah aneh. Kita pasti bisa mencapainya. Asalkan kita berusaha—yakin—dan percaya. Tuhan selalu ada. Dan impianmu, jangan biarkan ia redup walau sedetik saja.

Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. Begitulah yang diajarkan dalam film animasi Ballerina. Impian tersulit yang bahkan tak mungkin, nyatanya bisa tercapai dan kesuksesan benar-benar ada untuk orang-orang yang mau berusaha.



-------


Comments

  1. Ulasan yang inspiratif.. :)

    ReplyDelete
  2. Hmmm lama tak update😃
    Setiap film ada pesan yg disampaikan
    Sama dengan film ini bs jd inspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai abang, hehhee. Iya bener banget.

      Humm kemrin lagi semedi akunya😂

      Delete

  3. Ballerina memang punya kesan unik & menarik ketimbang Rondorina..😂😂

    Jadi tak heran msih ada orang dewasa yang menyukai film animasinya..😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kkwwkkww kumat bnget lah😂mash aja suka rondorina😂

      Delete
  4. Hallo Bintang salam kenal ya?😄
    Cerita balerina ini menginspirasi sekali.
    Bagus ceritanya.👍
    Benar kalau mengejar cita-cita jangan gampang menyerah seperti tokoh Felicia dalam kisah ini.
    Dan akhirnya tercapai juga cita-citanya menjadi balerina top😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya kak.. Butuh perjuangan banget. Kek hidup yg gak ada hentiny berjuang hehe.. Apalagi soal impian 😂😂

      Delete
  5. makasih kak informasinya...
    mampir ke blog ana juga yaa

    ReplyDelete
  6. Whoiii ..ii, Bintaang ...
    Jangankan kamu, aku di usiaku yang sekarang ini saja masiiih .. suka nonton film animasi, loh ...
    Wwwwwkk ..

    Wokey aku catat judul film tentang balerina ini, ya ..
    Kebetulan nih ponakanku penyuka balet dan pernah ikutan kursus balet meski cuma sebentar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwkkww haaaaaaa.....iii abang kokoh, eh, apa yak panggilannya hihi...

      Humm sama dong😅nonton how to train your dragon yg ke 3 belum? Kwkkww keren.

      Humm bisa tuh kash tunjuk ponakan😅bagus kok filmnya ehhe..

      Humma da lagi film kartun lucu soal impian tp lupa jdul kkwwkw..

      Abang, ntaran aku mampir ke blog, stelah slesai gali sumur dl ya hheeh

      Delete

Post a Comment

Terimakasih telah mapir di rumah minimalisku. Jangan pernah bosan ya! Nanti gak dikasih permen loh.